Drama Korea bergenre papan atas selalu identik dengan gaya hidup mewah, termasuk hidangan yang disajikan. Mulai dari sashimi鱼肉 segar yang langsung diterbangkan dari Jepang, hingga steak wagyu A5 yang dimasak di meja tamu. Artikel ini mengupas realitas di balik makanan termahal yang pernah muncul—apakah layak dengan harga selangit atau hanya trik kamera belaka?
1. Hidangan Laut Premium: Live Sashimi Platter
Dalam drama seperti “Penthouse” dan “The World of the Married”, meja makan selalu dipenuhi platter sashimi yang harganya bisa mencapai Rp10 juta per porsi. Namun, review jujur di balik layar menunjukkan bahwa sebagian besar ikan yang digunakan bukanlah spesies langka seperti fugu ikan buntal atau toro tuna belly, melainkan salmon biasa yang diiris tipis. Produser mengakui bahwa penggunaan ikan premium hanya untuk close-up, sementara sebagian besar adegan menggunakan properti murah.
2. Wine Vintage Langka: Romanée-Conti 2005
Salah satu adegan ikonik di “Little Women” menampilkan karakter minum anggur merah mahal dari Burgundy. Harga satu botol Romanée-Conti 2005 di pasaran mencapai Rp90 juta, namun dalam drama, botol itu hanya berisi jus anggur hitam. Untuk menjaga kenikmatan rasa dan aroma kompleks yang diharapkan, tim properti menggunakan sirup elderflower agar tetap terlihat realistik saat dituang ke gelas kristal Baccarat.
- Harga aktual: Rp90 juta/botol
- Properti: Jus anggur hitam + sirup elderflower
- Trik kamera: Lampu sorot untuk menonjolkan warna biru dari botol kuno
3. Steak Wagyu A5: Kobe Beef yang Dimasak Langsung
Di “Escape from Mogadishu”, ada adegan makan malam diplomatik yang menyajikan steak daging sapi Jepang dengan harga Rp7 juta per 200 gram. Yang menarik, untuk mendapatkan tekstur lembut dan rendering marbling yang sempurna, koki sebenarnya menggunakan daging impor Australia yang diolah dengan teknik sous-vide. Hal ini menjadi trik umum untuk menghindari biaya produksi selangit tanpa mengorbankan kualitas visual.
4. Sup Sirip Hiu: Kontroversi di Balik Kemewahan
Beberapa drama seperti “The King’s Affection” menampilkan sup dengan sirip hiu sebagai simbol status. Namun, sejak kampanye konservasi, properti diubah menjadi agar-agar ikan yang dibentuk menyerupai sirip asli. Dari segi nutrisi, kedua bahan ini sama-sama kaya akan kolagen, namun sirip hiu asli memiliki tekstur kenyal yang sulit ditiru. Bagi pecinta makanan sehat, versi properti justru lebih rendah kolesterol.
5. Kaviar Beluga: Topping Premium yang Paling Sering Dipalsukan
Dalam adegan pesta di “Goblin”, kaviar beluga hitam dihidangkan dengan harga Rp15 juta per 100 gram. Realitanya, kru menggunakan kaviar lumpfish yang harganya hanya Rp200 ribu, tetapi diwarnai dengan arang bambu agar tampak mirip. Perbedaan ini sangat signifikan bagi penikmat mewah karena beluga asli memiliki aftertaste buttery yang tidak dimiliki oleh tiruan.
Kesimpulan: Spektakel Visual vs Realitas Kuliner
Review jujur terhadap makanan termahal di drama Korea papan atas mengungkap bahwa 80% hidangan menggunakan properti murah dengan trik sinematografi. Produser lebih mengutamakan dampak visual dan simbol status daripada keaslian rasa. Namun, bagi penonton, kemewahan ini tetap memuaskan rasa penasaran terhadap gaya hidup elite tanpa harus mengeluarkan kocek puluhan juta.
Jadi, saat Anda melihat hidangan mahal di layar kaca, ingatlah bahwa kenikmatan visual seringkali lebih berharga daripada realitas di piring.