INFO UPDATE

7 Dessert Unik khas Korea yang Wajib Dicoba Selain Croffle

7 Dessert Unik khas Korea yang Wajib Dicoba Selain Croffle

Menjelajahi Surga Dessert Korea

Korea Selatan telah lama dikenal dengan inovasi kulinernya, termasuk dalam dunia hidangan penutup. Meskipun croffle sempat menjadi primadona, ada banyak dessert tradisional dan modern lain yang menawarkan pengalaman rasa yang lebih autentik. Artikel ini akan mengajak Anda mendalami tujuh pilihan unik yang patut dicicipi, lengkap dengan karakteristik dan cita rasanya.

1. Bingsu: Es Serut dengan Segudang Topping

Bingsu adalah hidangan es serut yang sangat populer di Korea, terutama saat musim panas. Berbeda dengan es serut biasa, teksturnya sangat lembut seperti salju karena menggunakan susu yang dibekukan. Topping klasik meliputi kacang merah manis (pat), tepung kedelai (injeolmi), dan buah segar.

Varian modern seperti mango bingsu atau green tea bingsu juga mudah ditemukan. Topping chewy seperti rice cake (tteok) dan saus kental menambah dimensi rasa yang memanjakan lidah.

2. Hotteok: Pancake Isi Manis yang Hangat

Hotteok adalah pancake goreng isi yang biasanya dijual di pedagang kaki lima. Adonannya terbuat dari tepung terigu dan ragi, sehingga menghasilkan tekstur renyah di luar dan kenyal di dalam. Isian klasiknya adalah campuran gula merah (hwangseol-tang), kayu manis, dan kacang-kacangan cincang.

Saat digigit, gula merah yang meleleh akan mengalir hangat. Beberapa variasi modern menggunakan isian keju atau matcha.

3. Tteok: Kue Beras Tradisional yang Elegan

Tteok adalah kue beras tradisional Korea yang hadir dalam berbagai bentuk dan warna. Songpyeon yang berbentuk bulan sabit diisi dengan pasta kacang merah atau wijen, sementara injeolmi ditaburi tepung kedelai panggang.

Teksturnya yang kenyal dan sedikit lengket sangat khas. Tteok sering disajikan saat perayaan seperti Chuseok, tetapi kini tersedia di kafe dengan penyajian modern.

4. Yakgwa: Kue Madu Bunga Tradisional

Yakgwa adalah kue goreng berbentuk bunga yang direndam dalam sirup jahe dan madu. Aroma rempah seperti kayu manis dan jahe sangat kuat, menciptakan rasa hangat yang sempurna untuk musim dingin.

Teksturnya renyah di luar namun empuk di dalam setelah diserap sirup. Hidangan ini merupakan simbol kemakmuran dan sering dijadikan oleh-oleh.

5. Sikhye: Minuman Fermentasi Manis

Sikhye adalah minuman tradisional fermentasi dari beras dan malt. Rasanya manis alami dengan butiran beras yang mengapung di dalamnya. Minuman ini sering disajikan sebagai pembersih mulut (digestif) setelah makan pedas.

Tekstur cairan bening dengan sedikit rasa malt yang khas. Versi kalengan mudah ditemukan di supermarket Korea.

6. Patbingsu: Versi Es Krim Kacang Merah

Meskipun mirip bingsu, patbingsu lebih fokus pada kacang merah rebus (pat) yang manis sebagai elemen utama. Kombinasi dengan es krim vanila, jeli buah, dan susu kental manis menciptakan harmoni rasa yang adiktif.

Di banyak kafe, patbingsu disajikan dalam mangkuk besar yang cukup untuk dua orang, cocok untuk berbagi di cuaca panas.

7. Dalgona Coffee: Kopi Kocok yang Menghipnotis

Dalgona coffee sempat viral secara global sebagai tren minuman rumahan. Minuman ini hanya terdiri dari tiga bahan: kopi instan, gula, dan air panas yang dikocok hingga berbusa. Disajikan di atas susu dingin, teksturnya creamy dengan rasa pahit-manis yang kuat.

Nama dalgona diambil dari permen tradisional Korea yang memiliki tekstur serupa. Minuman ini menjadi simbol kreativitas di masa pandemi.

Penutup

Setiap dessert Korea memiliki cerita dan filosofi tersendiri, mulai dari kehangatan hotteok hingga kesegaran bingsu. Mencicipi variasi ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memperkaya pengalaman budaya secara mendalam.